cool hit counter

PDM Kota Bogor - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kota Bogor
.: Home > Artikel

Homepage

Istimewa dan Mulia

.: Home > Artikel > PDM
02 Juni 2017 13:55 WIB
Dibaca: 328
Penulis : Drs. Madropi, M.Pd (Ketua PDM Kota Bogor )

 

 
RAMADAN berasal dari bahasa Arab. Jamaknya ramadhanat atau armidha. Bulan kesembilan dari tahun baru Hijriah. Menurut pengertian bahasa, Ramadan berarti amat panas. Nama ini diberikan oleh orang Arab pada bulan kesembilan, karena pada bulan tersebut padang pasir sangat panas oleh terik matahari.
 
Hal ini sesuai dengan kebiasaan bangsa Arab zaman dahulu dengan memindahkan suatu istilah dari bahasa asing ke bahasa mereka yang sesuai dengan keadaan yang terjadi pada masa tersebut. Misalnya, pada bulan kesembilan itu udara sangat panas, maka bulan tersebut mereka namakan Ramadan.

 

Dalam Islam, bulan Ramadan mempunyai makna yang istimewa dan kedudukan yang mulia, karena dalam bulan ini banyak peristiwa yang amat penting, istimewa dan  mulia.
Bulan Ramadan adalah bulan diwajibkannya umat Islam berpuasa. Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 183,
 
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertaqwa”
 
Menurut Abullah Bin Mas’ud, sahabat Rasulullah yang terkenal ahli tafsir, bahwa apabila Allah SWT memanggil kepada orang-orang yang beriman, orang-orang yang beriman akan siap dan mampu menjalankannya walaupun itu suatu perintah atau larangan, panggilan itu adalah perintah untuk menjalankan ibadah puasa.
 
Ibadah puasa bukan hanya diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad saja, umat Nabi sebelum kita pun berpuasa. Seperti puasanya Nabi Musa 40 hari, puasa Nabi Daud sehari puasa sehari tidak dalam satu tahun 6 bulan, bahkan ada puasa yang lebih berat lagi, yaitu puasa nazar Nabi Zakaria, selain tidak boleh makan, minum, hubungan suami istri di siang hari, juga tidak boleh berbicara.
 
Makhluk Allah lain pun berpuasa seperti ayam, ular dan ulat. Namun, tujuan puasa binatang tersebut sudah tentu berbeda dengan puasa kita. Jika ayam puasa dengan cara mengeram, tujuannya untuk mendapatkan keturunan. Ular berpuasa dengan cara ganti kulit, tujuannya agar kulitnya kebal dari tusukan duri dan kerikil tajam. Ulat berpuasa dengan cara berubah menjadi kepompong dan kupu-kupu, tujuannya supaya terlihat indah.
 
Maka puasa Ramadan bagi umat Islam, tujuannya supaya menjadi insan kamil (manusia sempurna). Dan manusia sempurna itu adalah mereka yang menyandang predikat muttaqin atau dalam Alquran disebut la’allakum tattaqun.
 
Satu-satunya nama bulan yang secara jelas terdapat dalam Alquran dan bulan diturunkannya Alquran, sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 185. “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” Adapun mengenai turunnya Alquran menurut para ulama, Imam Ibnu Ishaq, adalah pada tanggal 17 bulan Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi SAW.
 
Orang yang berpuasa dengan penghayatan yang mendalam di bulan Ramadan diberikan ampunan atas segala dosanya. Sabda Rasulullah SAW diriwayatkan Ahmad dan Ashab as-Sunah yang artinya: “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan, betul-betul karena iman dan berharap ridha Allah, dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni Allah SWT.”
 
Mengingat bulan Ramadan bulan suci, mulia dan agung, dibanding dengan bulan-bulan yang lain, maka para ulama memberikan nama bulan Ramadan dengan nama-nama sebutan yang baik.
 
Diantaranya  adalah :
 
Syahr Allah (bulan Allah) dan Syahr Alquran (bulan diturunkannya Alquran). Karena Allah SWT memberikan pahala yang besar bagi orang yang melakukan kebaikan di dalamnya. Dan menurunkan Alquran sebagai petunjuk dan penjelas serta pembeda antara yang baik dan yang buruk (furqan).
 
Syahr Rahmah (bulan yang penuh nikmat dan limpahan rahmat) karena pada bulan ini Allah SWT memberikan nikmat dan karunia yang berlipat ganda.
 
Syahr an-Najah (bulan pelepasan diri dari siksa neraka atau iqkun minnan nar (terbebasnya manusia dari api neraka).
 
Syahr al-Jud (bulan kedermawanan) karena pada bulan ini dianjurkan agar lebih banyak memberikan bantuan kepada orang lain, terutama fakir miskin.
 
Syahr al-Muwasah (bulan yang memberikan pertolongan kepada orang yang berhajat).
 
Syahr at-Tilawah (bulan membaca Alquran) atau bulan yang baik untuk tadarus membaca Alquran.
 
Syahr as-Sabri (bulan latihan bersabar atas penderitaan dengan rela hati).
 
Syahr al-Maghfiroh (bulan tempat Allah SWT melimpahkan ampunan kepada hamba-hamba-Nya yang bertobat).
 
Syahr al-‘Id (bulan yang akhirnya disambut degan hari raya).

 

Wallahu a’lam


Tags: ramadhan , ramadhanat , armidha , syahr
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori : makna ramadhan

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website