cool hit counter

PDM Kota Bogor - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kota Bogor
.: Home > Artikel

Homepage

Mari menyambut hari raya I’dul Fitri dengan kebahagiaan hakiki

.: Home > Artikel > PDM
01 Juni 2019 14:40 WIB
Dibaca: 169
Penulis : Drs. Madropi. M.Pd. ( Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor )

 

Sebentar lagi kita akan kedatangan hari raya I’dul Fitri 1440 H /2019 M, semua orang Islam menyambutnya dengan penuh antusias dan perasaan bahagia, ada yang menyambutnya dengan persiapan mudik untuk pulang kampung halaman menemui orang tua, sanak saudara dan handai tolan walaupun sulit di perjalanan tapi tidak masalah. Ada juga menyambutnya dengan berbagai aneka ragam pakaian baru, berbagai ragam jenis menu hidangan kue lebabaran dan banyak hiruk pikuk lainnya walaupun mesti banyak mengeluarkan uang namun semua itu dilakukan dengan penuh persaan bahagia.

 

Semua sambutan dan perasaan itu adalah sesuatu yang wajar, maklum hanya  dapat dilakukan dan dirasakan setahun sekali pada hari raya I’dul fitri yang memang sudah dinanti-nantikan. Persaan lama menyimpan kangen seakan tak terbendung dengan kampung halaman dan keluarga, perasaan lelah setelah lama bekerja dan berpuasa seakan menyimpan  kebahagiaan yang tidak terhingga. Semua itu lenyap, sirna dan hilang seiring datangnya hari raya I’dul Fitri yang mendatangkan kebahagiaan.

 

Tahukah kebahagiaan hakiki sesungguhnya yang menyelimuti semua perasaan rasa bahagia di tandai dengan selesainya melaksanakan ibadah puasa ramadhan selama satu bulan dan di awali kalimat takbir, tahlil dan tahmid  pertanda telah selesainya pelaksanaan ibadah puasa. “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Lailaha illallahu Allahu akbar, Allahu akbar walilahilham”. Artinya: Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah maha besar, dan bagi Allah segala pujian.Ucapan tersebut mengumandang ke angkasa luas, gemuruh membelah buana, menggemakeruang angkasa mengagungkan  kebesaran Ilahi Allah SWT. Boleh saja semua persiapan tersebut dilakukan, namun bukanlah kebahagiaan sesungguhnya, melainkan kebahagiaan bersifat temporer dan semu yang bisa hilang begitu saja, karena kebahagiaan hakiki sesungguhnya terdapat pada kebahagiaan:

 

Pertama,Kebahagiaan berjumpakembali ramadhan dan I’dul Fitritahun inidengan menjadikannya ibadah yang terbaik. Tidak semua orang berkesempatan bisa berjumpa kembali dengan ramadhan dan I’dul Fitri tahun ini, telah banyak kita saksikan teman, saudara, ayah/Ibu yang tahun dulu masih puasa, teraweh, tadarus, I’tikaf, bahkan hari raya  I’dul Fitri bersama kita ditahun ini sudah tidak ada, karena telah terlebih dahulu di panggil sang pencipta Allah SWT, dan jaminan Allah bagi orang yang bertemu dengan ramadhan dan I’dul Fitri, kemudian melaksanakannya ibadah dengan penuh keimanan dan hanya mengharap ridhaNya, maka akan diampuni seluruh dosanya yang telah lewat. Dalam riwayat lain, dari Abi Hurairah dari Nabi SAW bersabda”  Barang siapa yang beribadah pada malam lailatul Qadar karena Iman dan mengharap keridhaanNya, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R. Jamaah kecuali Ibnu Majah).

 

Kedua, Kebahagian bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan Orang tua, sanak saudara dan handai tolan dengan penuh rasa saling maaf memaafkan. Banyak orang yang bahagia hanya mudik untuk pulang kampung halaman walaupun harus berdesakan, ongkos besar tidak masalah, asal bisa berkumpul bersilaturahim dengan Orang tua, sanak saudara dan handai tolan, akan tetapi mereka lupa, tidak sedikit bisa berkumpul dan bersilaturahim tetapi tidak bisa saling maaf memaafkan atas kesalahan, terlebih  kondisi bangsa kita saat ini yang sedang mengalami perpecahan dikalangan umat Islam akibat adanya gesekan pesta demokrasi yang belum berkesudahan. Minta maaf adalah suatu perkara mudah, tetapi memaafkan kesalahan orang lain amatlah berat, diperlukan kelapangan jiwa, kebesaran hati, terlebih orang yang meminta maaf telah melukai hati, menyakiti, bahkan membuat fitnah yang akan membunuh dan mengorbankan harta kekayaan yang dimiliki.

 

Hanya orang yang memiliki kelapangan jiwa dan kebersihan hatilah yang sanggup memaafkan untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki walau hati terasa dongkol, hanya orang-orang yang berjiwa besarlah yang sanggup silaturahim denganmengucapkan “Taqobbalallahu minna waminkum, shiyamana washiyamakum, minal a’idin walfaidzin” Artinya: Semuga Allah menerima amalan kita dan amalan kamu, semoga Allah menerima puasa kita dan puasa kamu, di hari yang I’dul Fitri inilah kita kembali kepada kebahagiaan. Hanya orang-orang yang berjiwa besar pulalah yang sanggup menjawabnya dengan ucapan “ Taqobbalallahu ya karim antum bi khair” Artinya: Semuga Allah yang maha Mulia  menerima amalan ibadah kita semua dan semoga kamu diberikan kebaikan.  

 

Ketiga. Kebahagiaanbertemu kembali dengan kesucian jiwa, kebersihan hati setelah satu bulan melaksanakan ibadah puasaramadhan.I’dul Fitri berasal dari bahasa arab yaitu: I’d artinya kembali, Fitri artinya suci. Jadi Idul Fitri adalah kembali kepada kesucian fitrah manusia semula, laksana bayi yang baru lahirkealam dunia putih bersih dari kotoran, noda dan dosa bagi orang yang telah sukses melaksanakan ibadah puasaramadhannyakarena segala dosanya telah di ampuniNya. Dalam suatu keterangan hadits di sebutkan bahwa”Setiap manusia yang lahir dalam keadaan Fitrah, sesungguhnya yang menjadikan Yahudi, Nasrani dan agama Majusi adalah karena orang tuanya”. Kebahagiaan sesungguhnya manakala kita sanggup menghadapkan diri kepada sang pencipta dengan penuh keikhlasan sebagaimana Firman Allah Q.S. Ar-Rum ayat 30 “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

 

Fitrah juga diartikan tumbuh, terbit, berbuka puasa atau makan pagi, maknanya kita berbahagia kembali di perbolehkannya untuk makan disiang hari, namun dalam makna surat Ar-Rum ayat 30 manusia diciptakan Allah mempunyai naluri untuk beragama tauhid yaitu meng Esakan Allah SWT.

 

Semoga di hari yang fitri nanti, kita semua termasuk orang-orang yang memperoleh kebahagiaan hakiki dengan menjadikannya rasa syukur bisa berjumpa dengan ramadhan dan I’dul fitri tahun ini, bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan saling memaafkan dan kembali kepada kesucian jiwa dan kebersihan hati dari kotoran noda dan dosa, serta menjadi manusia yang senantiasa tunduk dan patuh terhadap perintah Allah dan rasulnya.

 

Amin ya Allah ya robbal a’lamiin, Wallahua’lam


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori :

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website