PDM Kota Bogor - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kota Bogor
.: Home > Artikel

Homepage

MEMBANGKITKAN SEMANGAT SHALAT TAHAJUD

.: Home > Artikel > PDM
26 Juli 2016 22:42 WIB
Dibaca: 2950
Penulis : Ir. M. Fauzi Sutopo, M.Si. (Sekretaris PDM Kota Bogor)

 

Mengucapkan shalat tahajud kadang mudah diucapkan namun sulit dilakukan/dikerjakan; Mengapa?

Karena Shalat Tahajud adalah shalat yang dilakukan pada malam hari setelah tidur terlebih dahulu;

Bagaimana membangkitkan semangat bangun malam/qiyamullail, yaitu memulai sedikit demi sedikit, Aisyah r.a. menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan terus-menerus meskipun itu sedikit. Aisyah apabila mengerjakan sesuatu, dia melakukannya dengan terus-menerus"

(HR Muttafaq Alaih), caranya yaitu: Pertama, pada awalnya seorang pemula bisa memulai qiyamullail setelah shalat Isya' kemudian tidur lalu bangun sebelum tengah malam:

"Jika salah seorang diantara kalian shalat malam, maka hendaklah dia membuka shalatnya dengan dua rakaat yang ringan dan shalat witir". (HR Muslim).

Apalagi jika menurut perkiraannya ia akan sulit bangun pada akhir malam;

Kedua, setelah merasakan nikmat dan manisnya qiyamullail dan keimanannya bertambah, dia bisa melaksanakan qiyamullail pada pertengahan malam, dan tidur lagi;

Ketiga, setelah keimanan-nya meningkat dan keinginannya semakin kuat maka mendirikan qiyamullail pada sepertiga malam terakhir saat turunnya karunia Allah SWT di muka bumi.

Kemudian "para ulama menjelaskan waktu shalat malam itu adalah mulai setelah Isya hingga waktu terbit fajar, jadi boleh dilakukan pada awal malam, pertengahan malam, atau pada akhir malam" Lihat QS Al Insan (76):26 bahwa "Dan pada sebagian malam, maka sujudlah kepada Nya dan bertasbihlah kepada Nya pada bagian yang panjang pada malam hari".

Namun tentang dalil waktu yang terbaik adalah:

1. Diriwayatkan dari Amr bin Abasah r.a. bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Waktu terdekat antara Rabb dan hamba adalah pada pertengahan malam terakhir. Apabila kamu termasuk orang yang bisa berdzikir kepada Allah SWT pada saat itu maka lakukanlah" (HR At Tirmidzi, An Nasa'i dan Hakim).

2. "Sebaik-baik waktu adalah pertengahan malam yang akhir" (HR Ath Thabrani). 3. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah bersabda, "Allah akan turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman, 'Barangsiapa yang meminta ampunan dari-Ku maka Aku akan mengampuninya" (HR Bukhari dan Muslim).

Menjelang subuh di Madinah, Aisyah r.a. menemukan kaki suaminya, Muhammad SAW, sudah bengkak-bengkak. Manusia maksum itu baru saja menyelesaikan shalat malam sebelas rakaat.

Shalat malam yang dilakukan Rasulullah SAW dikenal panjang. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Abu Abdillah Huzaifah ibnu Yaman, Rasulullah menghabiskan surat Al Baqarah, Al Imran, dan An Nisa dalam shalatnya dan baginda Nabi membacakan surah-surah itu dengan tartil. Aisyah pun bertanya kepada Rasulullah SAW, mengapa suaminya shalat tahajud hingga kakinya bengkak. Bukankah Allah SWT telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang dulu maupun yang akan datang?

Rasulullah menjawab, "Tidak bolehkah aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur? "(HR Bukhari Muslim).

Dalam hadits lain dari Abdullah bin Abi Qais bahwa Aisyah r.ha. berkata:"Janganlah kalian meninggalkan qiyamullail, sebab Rasulullah tidak pernah meninggalkannya, jika beliau sakit atau malas, maka beliau shalat sambil duduk" (HR Abu Daud, dan Ibnu Khuzaimah).

Faedah tahajud, antara lain:

a. Sangat dianjurkan oleh Rasulullah dan sebagai tanda atau wujud syukur hamba kepada Allah SWT.

b. Dapat menjadikan alasan seorang hamba masuk untuk masuk surga.

c. Waktunya saat paling mustajab untuk berdoa.

d. Allah akan merahmati suami istri yang bangun untuk melaksanakan shalat malam.

e. Dapat menjadi benteng ummat dari perbuatan dosa.

f. Menjauhkan dari segala penyakit dan dapat mengobati sakit badan. Diriwayatkan dari Abu Umamah Al Bahili

   r.a. Rasulullah SAW bersabda: "Tetaplah kalian mendirikan shalat malam, sebab shalat malam merupakan

   kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dosa, menghapus

   kejahatan, mengusir penyakit dari badan"

(HR At Tirmidzi, Al Hakim dan Al Baihaqi).

 

Semoga bermanfaat, Khairunnas anfa'uhum linnas.

Wallahu 'alam bissawab.


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori :

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website