cool hit counter

PDM Kota Bogor - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kota Bogor
.: Home > Berita > Pesan Khutbah Ketua PDM Kota Bogor : REFLEKSI HARI RAYA IDHUL FITRI 1439 H/2018M

Homepage

Pesan Khutbah Ketua PDM Kota Bogor : REFLEKSI HARI RAYA IDHUL FITRI 1439 H/2018M

Kamis, 14-06-2018
Dibaca: 196

REFLEKSI HARI RAYA IDHUL FITRI 1439 H/2018M
(Drs. Madropi, M.Pd / Ketua PDM Kota Bogor)
 
 
 

Jl.Merdeka No.118, Sek.PDM, BOGOR - Seluruh kaum Muslim di berbagai belahan pelosok penjuru dunia dengan tidak memandang status pangkat, jabatan, kaya, miskin, tua, muda, pejabat sampai rakyat jelata semua merayakan hari kemenangan idul Fitri 1439 H/2018 M. Id artinya kembali, Fitri artinya suci. Jadi Idul Fitri adalah kembali kepada kesucian fitrah manusia semula, laksana bayi yang baru lahir kealam dunia putih bersih dari kotoran, noda dan dosa bagi orang yang telah sukses melaksanakan shaum ramadhannya. 

 

Gema takbir (Allahu akbar), tahlil (lailaha Illallah) dan tahmid (Walillahilhamd), mengumandang ke angkasa luas, gemuruh membelah buana, menggema ke ruang angkasa, mengagungkan nama Allah, sebagaimana firmannya. Q.S. al-Baqoroh 185. “Dan hendaklah menyempurnakan hitungan dan mengagungkan Allah, atas apa yang Allah tunjukan kepadamu, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bersyukur”.

 

Di tengah rasa haru dan gembira ini, mari sejenak merenung seraya mengadakan muhasabah (introspeksi) dan evaluasi dengan pikiran yang jernih dan tajam, hati yang dalam, terkadang kita terpesona dengan bulan ramadhan yang di lakukan umat Islam dewasa ini, hampir tiap tahun shaum ramadhan dijalani, namun menjadi sebuah pertanyaan besar bagi kita, kenapa tidak ada perubahan kearah yang lebih baik bagi pembinaan mental diri, keluarga dan bangsa kedepan!

 

ini dapat kita lihat hampir di semua sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara, nilai kejujuran semakin turun, moral masyarakat dan bangsa kita bukan semakin baik, malah semakin rusak, amanah menjadi kebohongan yang terbiasa, pemenuhan hawa nafsu konsumtif meningkat, gaya hidup hedonisme menjadi kebiasaan, ada apa gerangan yang menjadikan puasa kita demikian ?

 

Sebuah fenomena kesalahan besar di tengah-tengah masyarakat yang harus kita ubah bersama-sama. yaitu mereka menjadikan puasa hanya sebatas menahan diri untuk tidak makan, minum dan hubungan suami istri di siang hari saja, sementara esensi sesungguhnya tidak mereka  dapatkan, sebagaimana yang dikhawatirkan Rasulullah saw dalam sabdanya, “Berapa banyak orang berpuasa tetapi mereka tidak dapatkan esensi sesungguhnya kecuali hanyalah lapar dan dahaga”.

 

Pada saat berpuasa manusia ditraining, digembleng, dilatih shalat sunah tarawih, tadarus membaca al-Quran, I’tikaf di sepuluh terakhir bulan ramadhan, Qiyamul lail, infak shadakoh, mengeluarkan Zakat, baik zakatul Fitri atau Zakat Maal, menahan diri untuk tidak makan, minum serta hubungan suami isteri di siang hari walaupun itu halal, ini mengingatkan semua setelah ramadhan, sanggupkah kita semua mempraktekannya di 11 bulan yang akan datang ?  Jika sanggup, berarti puasa kita termasuk yang suksaes karena diampuni Allah segala dosa yang kita lakukan, sebagaimana di sabdakan Rasullah SAW. “Barang siapa yang berpuasa ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap ridhanya, maka akan diampuni segala dosa-dosanya yang telah lewat”.

 

Hari kemenangan berada pada bulan Syawal, menurut pengertian Syawal artinya membangun,  masih ada kesempatan bagi kita untuk merubah kebiasaan-kebiasaan jelek yang harus ditinggalkan, baik yang terjadi pada diri pribadi, masyarakat dan bangsa dengan membangun kebiasaan-kebiasaan yang lebih baik sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw. Jika saja di saat  shaum Ramadhan yang halal saja diharamkan, maka seharusnya di bulan Syawal ini kita sanggup menghindari dari sifat yang berlebih-lebihan dan dapat menghindari perbuatan dosa, menggantinya dengan puasa 6 hari di bulan Syawal sebagaimana telah di contohkan Rasulullah SAW. “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan 6 hari dari bulan Syawal, maka demikian itu berarti puasa setahun”. (HR. Jama’ah kecuali Bukhari dan Nasa’i).

 

Kebahagiaan di hari kemenangan adalah bertemunya kembali ramadhan dan idul fitri tahun ini, selesai melaksanakan ibadah shaum ramadhan, bertemu kembali dengan kesucian jiwa, kebersihan hati setelah satu bulan shaum ramadhan, bisa berkumpul dan bersilaturahim dengan sanak saudara, handai taulan, ayah dan ibu, bisa saling maaf memaafkan dari segala kekhilafan dan lupa yang dilakukan.

 

Akan tetapi dibalik kebahagiaan, kesedihan lain mengiringi kita semua yang harus didoa’kan yaitu:  Sedih berpisah dengan bulan ramadhan yang belum tentu  bisa bertemu kembali seperti halnya saudara-saudara kita yang telah terlebih dahulu dipanggil Allah SWT, sedih pada orang yang gagal melaksanakan ibadah shaumnya hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, sedih dan prihatin seharusnya hati mereka setelah menunaikan ibadah shaum hatinya suci bersih dari kotaran noda dan dosa namun mereka tetap bergelimpangan di atas noda dan dosa, sedih dan prihatin seharusnya mereka berkumpul dan bersilaturahim, malah sebaliknya tidak bisa berkumpul dan memutuskan tali silaturahiim, sedih dan prihatin seharusnya saling memaafkan malah sebaliknya tidak mau memaafkan dengan alasan telah membuat kesalahan yang sangat menyakitkan.

 

Esensi Idhul Fitri sesungguhnya adalah kembali pada kesucian hati dan jiwa sebagai berikut:  

 

Pertama, Fitrah artinya: Bersih dari dosa atau Suci dari segala kotoran, seperti kita mengenal sebutan zakat fitrah artinya zakat untuk mensucikan diri dan sabda RasulullahSAW yang menjelaskan tentang bersihnya hati dari segala perbuatan dosa sebagaimana hadits Rasulullah SAW.  “ Barang siapa yang berpuasa pada bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridha Allah, maka akan diampuni segala dosanya yang telah lewat”.

 

Kedua, Fitrah artinya: Patuh, tunduk dan taat dalam menjalankan ajaran Islam yang lurus (benar) sebagaimana firman Allah SWT, Q.S. Ar-Rum ayat 31“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. fitrah Allah:

 

Ketiga, Fitrah artinya: Mengakui kembali akan adanya ke saksian hati dan jiwa terhadap ke Esaan Allah SWT, sebagaimana Firman Allah SWT, Q.S. al-A’rof a yat 172. “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)",

 

Keempat, Fitrah artinya: Mengakui kembali akan adanya Allah sebagai pencipta dan pemelihara serta pengatur alam semesta, sebagaimana Firman Allah SWT, Q.S. Fathir ayat1. “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

 

Fitrah ini juga diakui  oleh barat dengan teori tabula rasa yang dikemukakan oleh Jhon Lock yang mengatakan, bahwa setiap bayi yang lahir dalam keadaan suci, putih dan jernih, laksana kertas tergantung kita menuliskannya, kertas akan menjadi merah bila ditulisnya dengan tinta merah, dan akan menjadi hitam bila ditulisnya dengan tinta hitam. Begitu pula hati kita yang sudah fitrah, suci, bersih, dari kotoran noda dan dosa setelah melaksanakan ibadah shaum ramadhan tergantung pada kita selanjutnya. Apakah akan kita isi kembali dengan  perbuatan dosa, atau kita akan pertahankan memelihara kesucian itu dengan menjaga hati dan jiwa dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT ? semua itu tergantung kita masing-masing yang akan mengisinya untuk bulan-bulan berikutnya. Wallahua’lam

 


Tags: khutbah, idul fitri, fitrah, ramadhan
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website